Profil
· Video profile
· Sejarah
· Gambaran Umum
· Fasilitas
· Visi, Misi, dan Moto
· Maklumat Pelayanan
· Tugas Pokok
· Pedoman Perilaku
· Persyaratan Penerimaan Klien

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

Page Rank
PageRank Checking Icon


BIMBINGAN PSIKOSOSIAL
Beritayulia menulis:  

 

Bimbingan Psikososial Warga Binaan Permasyarakatan Lapas Pondok Bambu Jakarta :                                                                       Menumbuhkan Makna dan Semangat Bahwa Hidup Sangat Berharga

Sesuai dengan komitmen PSPP Galih Pakuan sebagai lembaga penyelenggara rehabilitasi sosial bagi korban penyalahguna NAPZA, bahwa pelayanan yang diberikan tidak hanya terbatas kepada para klien yang berada di dalam panti tetapi juga menjangkau para korban penyalahguna NAPZA lain yang sesungguhnya memerlukan “sentuhan” rehabilitasi atau bimbingan psikososial tetapi mereka masih belum bisa  mendapatkannya. Salah satu wujud komitmen ini terlihat dari Program Penjangkauan yang dilakukan oleh PSPP Galih Pakuan dalam memberikan bimbingan psikososial kepada para Warga Binaan Permasyarakatan dibeberapa Lapas/Rutan dimana para warga binaannya adalah mereka yang terlibat kasus narkoba. Kegiatan ini sudah berjalan dari tahun 2016 dan pada tahun 2017 ini PSPP Galih Pakuan kembali melakukan penjangkauan ke Lapas Pondok Bambu untuk memberikan layanan Bimbingan Psikososial Warga Binaan Permasyarakatan yang terkait dengan kasus narkoba.

Rangkaian kegiatan ini dimulai dari kegiatan asesmen sebagai tahap awal untuk menggali data tentang kebutuhan, masalah dan kekuatan yang dimiliki oleh para Warga Binaan Permasyarakatan (WBP). Asesmen dilakukan pada tanggal 25 Juli 2017 terhadap 50 WBP di Lapas Pondok Bambu Jakarta. Pada asesmen ini dilakukan penggalian informasi tentang identitas diri, riwayat medis, riwayat pekerjaan, riwayat penyalahgunaan NAPZA, riwayat hukum, riwayat sosial danupaya yang pernah dilakukan terkait penyalahgunaan NAPZA.

 

Berdasarkan hasil asesmen tersebut kemudian disusun rencana intervensi melalui FGD (Focus Group Discussion) denngan para WBP. Hasil asesmen menunjukan bahwa rata rata para WBP merasa sangat membutuhkan kegiatan-kegiatan seperti konseling atau seminar-seminar yang dapat memotivasi dan menginspirasi bagi mereka terutama yang dapat membangkitkan semangat mereka untuk menjalani masa tahanan agar tidak semakin terpuruk. Oleh karena itu maka rencana intervensi harus disesuaikan dengan kebutuhan mereka tersebut.

Sebagai tindak lanjut dari rencana intervensi yang telah disusun bersama dengan para WBP, pada tanggal 9 Agustus 2017 PSPP Galih Pakuan melaksanakan kegiatan intervensi Bimbingan Psikososial terhadap para Warga Binaan Permasyarakatan Lapas Pondok Bambu. Bentuk kegiatan ini adalah berupa pemberian materi tentang motivasi yang disampaikan oleh motivator Dr. Rum Martini, MBA. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Kepala Lapas Pondok Bambu dan Kepala PSPP Galih Pakuan.

 

(selengkapnya... | 7757 byte lagi | Nilai: 0)

SYSTEMIC FAMILY THERAPY
Beritayulia menulis:  

Systemic Family Therapy Dalam Program Pemulihan Perilaku Penyalahgunaan NAPZA

Secara umum Family Therapy merupakan suatu jenis terapi dengan sasarannya adalah keluarga. Setiap masalah individu seyogyanya melibatkan peran keluarga sebagai lingkungan terdekatnya. Keluarga adalah suatu sistem yang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh individu yang merupakan bagian di dalamnnya. Keluarga juga merupakan salah satu sumber yang dapat dijadikan sasaran untuk mengatasi masalah individu yang menjadi bagian dalam keluarga tersebut. Pemahaman ini merujuk pada suatu perspektif bahwa Family Therapy menjadi salah satu terapi krusial dalam setiap pelayanan sosial yang diberikan kepada setiap PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial), termasuk korban penyalahguna NAPZA.

Dalam Family Therapy tidak hanya membicarakan tentang masalah yang ada, tetapi dalam terapi ini seharusnya terdapat upaya untuk membangun interaksi positif antar anggota keluarga, dimana ketidakharmonnisan interaksi di dalam keluarga lah yang berkontribusi terhadap timbulnya masalah dalam individu-idividu di keluarga tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Puan Maemunah Mosli pada Seminar “Overview Systemic Family Therapy”(Kedaton Parahita, 7 Agustus 2017). Selanjutnya dia menyampaikan bahwa pada Family Therapy dalam program pemulihan klien korban penyalahguna NAPZA, bukan saja mendalami tentang bagaimana nanti keluarga agar dapat menerima kembali anak yang sebelumnya di rehabilitasi, tetapi dalam terapi ini juga harus dibangun suatu upaya bagaimana keluarga menciptakan pola interaksi dengan anak mereka setelah keluar dari masa rehabilitasi. Keluarga adalah lingkungan terdekat yang akan menjadi sistem kontrol bagi anak setelah keluar dari tempat rehabilitasi. Kemampuan anak untuk menjalankan keberfungsiannya dan kemampuan anak untuk mempertahankan abstinen nya akan benar-benar teruji setelah mereka keluar dari tempat rehabilitasi. Disini keluarga memegang peranan penting untuk menciptakan pola interaksi keluarga yang dapat membuat anak merasa nyaman sehingga mempertahankan pencapaian perilaku positifnya.

(selengkapnya... | 4608 byte lagi | Nilai: 0)

KEGIATAN PROBE
Beritayulia menulis:  

Self Disclosure (Pengungkapan diri) Klien PSPP Galih Pakuan Melalui Kegiatan Probe :
Suatu Pendekatan Ilmu Pekerjaan Sosial Dalam Revolusi Pikiran, Perasaan dan Perilaku Klien Korban Penyalahguna NAPZA.

our attitudes, our belief, our thoughts the way we think about events and the meanings we give to them directly affect how we feel and behave, Kutipan dalam buku Rational Emotive Behavior Therapy: The Basics (SMART Recovery National Training Conference) di atas menyatakan bahwa keyakinan dan pikiran kita secara langsung mempengaruhi perasaan dan perilaku kita.

Hal ini berlaku untuk semua orang tidak terkecuali para klien korban penyalahguna NAPZA. Berbicara tentang perilaku ketergantungan atau penyalahgunaan NAPZA, pendekatan kognitif perilaku dalam ilmu psikologi berasumsi bahwa perilaku tersebut bermuara dari pikiran dan keyakinan yang ada dalam diri sendiri. Hal ini tentunya akan berasimilasi dengan pengaruh faktor lingkungan sekitarnya sebagai suatu sistem yang saling mempengaruhi. Sehingga untuk penanganan perilaku ketergantungan atau penyalahgunaan NAPZA harus mempertimbangkan aspek pikiran dan keyakinan dari klien korban penyalahgunaan NAPZA itu sendiri. Apakah hanya memerlukan penanganan psikologi? Tentu tidak. Ilmu pekerjaan sosial seakan menjawab pertanyaan ini, bahwa perilaku bermasalah seseorang harus ditangani secara komprehensif yaitu secara psikologis dan secara sosial. Dengan demikian perilaku penyalahgunaan NAPZA pun memerlukan penanganan psikososial.

Salah satu metode yang dilakukan dalam upaya pemulihan korban penyalahgunaan NAPZA adalah Terapeutic Community (TC). TC yang dilakukan oleh PSPP Galih Pakuan diselaraskan dengan pendekatan dan metode ilmu pekerjaan sosial. Salah satu bagian kegiatan dalam TC adalah Probe yang merupakan suatu kegiatan untuk membangun konsep diri klien, meningkatkan kepercayaan diri klien dan juga mengevaluasi perjalanan hidup mereka untuk menemukan sebuah keyakinan positif yang kemudian akan berkontribusi terhadap sistem kekuatan internal mereka dan kemudian akan membatu proses pemulihan perilaku penyalahgunaan NAPZA.
 


 

(selengkapnya... | 9732 byte lagi | Nilai: 0)

KEGIATAN BUKA BERSAMA
Berita

Dalam rangka memperingati Peringatan Nuzulul Qur an 1438 H, Panti Sosial pamardi Putra Galih Pakuan Bogor mengadakan kegiatan buka bersama, yang di selenggarakan pada tanggal 13 Juni 2017 dan berlangsung di aula serbaguna PSPP Galih Pakuan Bogor. Kegiatan ini mengusung tema MARI JADIKAN AL QUR AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP, UNTUK MEMBENTENGI DIRI DARI PENGARUH PERKEMBANGAN ZAMAN. Kegiatan Buka bersama kali ini dihadiri oleh Bpk Drs. Waskito Budi Kusumo, M.Si selaku Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA, dan tamu undangan lainnya di lingkungan Direktorat RSKPN Napza. Selain para undangan kegiatan ini juga di hadiri oleh seluruh pegawai dan klien di lingkungan PSPP Galih Pakuan Bogor.

(selengkapnya... | 1583 byte lagi | Nilai: 0)

KEGIATAN FAMILY SUPPORT GROUP
NAPZAyulia menulis:  

BAGIAN INTEGRAL DALAM PROSES PEMULIHAN KORBAN PENYALAHGUNA NAPZA
 

Proses pemulihan bagi korban penyalahguna NAPZA harus dilakukan secara komprehensif dan holistik, menyangkut semua unsur kekuatan yang ada dalam mendukung perubahan positif dari para korban penyalahguna NAPZA. Berdasarkan pemahaman tersebut, PSPP Galih Pakuan melaksanakan kegiatan Family Support Group (FSG) secara rutin setiap tahunnya. Hari Jum’at, tanggal 5 Mei 2017 bertempat di PSPP Galih Pakuan dilaksanakan kegiatan Family Support Group (FSG) yang dihadiri oleh 83 orang peserta yang merupakan orang tua/keluarga dari klien yang ada di PSPP Galih Pakuan.

Family Support Group (FSG) merupakan suatu kegiatan pertemuan orang tua/keluarga dari para klien korban penyalahguna NAPZA. Kegiatan ini merupakan bentuk forum komunikasi para orang tua/keluarga dari klien korban penyalahguna NAPZA untuk berbagi pendapat dan pengalaman. Selain itu, FSG juga bertujuan untuk membangun pemahaman tentang fungsi keluarga dalam upaya pemulihan korban penyalahguna NAPZA.
 

Selain memberikan edukasi tentang perlunya perkumpulan orang tua dalam mendukung proses pemulihan korban penyalahguna NAPZA, kegiatan ini juga memfasilitasi para orang tua/keluarga klien untuk berbagi dengan konselor dan pekerja sosial dalam membahas tentang perkembangan perilaku anaknya selama menjalani rehabilitasi. PSPP Galih Pakuan menyadari bahwa esensi penting dari sebuah kegiatan Family Support Group (FSG) adalah adanya interaksi dan sharing antar sesama orang tua korban Penyalahguna NAPZA untuk saling memberikan dukungan dan berbagi pengalaman tentang bagaimana menjalankan fungsi keluarga dalam membantu proses pemulihan korban penyalahgunaan NAPZA.

 

(selengkapnya... | 4855 byte lagi | Nilai: 0)

Hit

Kami sudah menampilkan
1054406
halaman sejak October 2009


TELEPON SAHABAT ADIKSI

1 5 0 0 1 7 1


MELAYANI :

PENGADUAN, INFORMASI, DAN KONSULTASI

Telepon Sahabat Adiksi

Tahapan di Galih Pakuan
Tahap Intake Process

Primary Stage

Re-Entry Stage

After Care Stage

Artikel Sebelumnya
Rabu, April 26
· KEGIATAN SOUND HEALING
Selasa, Maret 21
· KUNJUNGAN PBL DIKLAT PEKSOS TINGKAT AHLI
Jumat, Maret 17
· KEGIATAN REVIEW PROGRAM
Senin, Pebruari 13
· KEGIATAN ORIENTASI DAN PENGENALAN PROGRAM
Rabu, Januari 11
· PENYUSUNAN SILABUS PEDOMAN PROGRAM PELAYANAN REHABILITASI PSPP GALIH PAKUAN TAHU
Senin, November 28
· PENGEMBANGAN DESA SEJAHTERA MANDIRI BEBAS NARKOBA OLEH PSPP GALIH PAKUAN
Rabu, Oktober 05
· KERJASAMA PROGRAM DENGAN BAPAS BOGOR DAN RUTAN PONDOK BAMBU
Jumat, September 16
· THERAPEUTIC COMMUNITY SEBAGAI METODE KOMPREHENSIF
Kamis, September 08
· PENJANGKAUAN DI RUTAN PONDOK BAMBU
Kamis, Agustus 25
· KEGIATAN KERJASAMA PROGRAM BERSAMA DENGAN BAPAS BOGOR DAN YAKITA

Artikel Lama

Webmail
Webmail Login

Twitter

RSS Feed

View All Feeds





Panti Sosial Pamardi Putra Galih Pakuan Bogor
KEMENTERIAN SOSIAL RI
Generasi halaman: 0.16 detik
Design by PHPNuke Themes