Profil
· Video profile
· Sejarah
· Gambaran Umum
· Fasilitas
· Visi, Misi, dan Moto
· Maklumat Pelayanan
· Tugas Pokok
· Pedoman Perilaku
· Persyaratan Penerimaan Klien
· INFOGRAFIS

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

Page Rank
PageRank Checking Icon


PSPP Galih Pakuan Bogor: NAPZA

Cari pada Topik Ini:   
[ Kembali ke Halaman Depan | Pilih Topik Baru ]

KEGIATAN FAMILY SUPPORT GROUP
NAPZAyulia menulis:  

BAGIAN INTEGRAL DALAM PROSES PEMULIHAN KORBAN PENYALAHGUNA NAPZA
 

Proses pemulihan bagi korban penyalahguna NAPZA harus dilakukan secara komprehensif dan holistik, menyangkut semua unsur kekuatan yang ada dalam mendukung perubahan positif dari para korban penyalahguna NAPZA. Berdasarkan pemahaman tersebut, PSPP Galih Pakuan melaksanakan kegiatan Family Support Group (FSG) secara rutin setiap tahunnya. Hari Jum’at, tanggal 5 Mei 2017 bertempat di PSPP Galih Pakuan dilaksanakan kegiatan Family Support Group (FSG) yang dihadiri oleh 83 orang peserta yang merupakan orang tua/keluarga dari klien yang ada di PSPP Galih Pakuan.

Family Support Group (FSG) merupakan suatu kegiatan pertemuan orang tua/keluarga dari para klien korban penyalahguna NAPZA. Kegiatan ini merupakan bentuk forum komunikasi para orang tua/keluarga dari klien korban penyalahguna NAPZA untuk berbagi pendapat dan pengalaman. Selain itu, FSG juga bertujuan untuk membangun pemahaman tentang fungsi keluarga dalam upaya pemulihan korban penyalahguna NAPZA.
 

Selain memberikan edukasi tentang perlunya perkumpulan orang tua dalam mendukung proses pemulihan korban penyalahguna NAPZA, kegiatan ini juga memfasilitasi para orang tua/keluarga klien untuk berbagi dengan konselor dan pekerja sosial dalam membahas tentang perkembangan perilaku anaknya selama menjalani rehabilitasi. PSPP Galih Pakuan menyadari bahwa esensi penting dari sebuah kegiatan Family Support Group (FSG) adalah adanya interaksi dan sharing antar sesama orang tua korban Penyalahguna NAPZA untuk saling memberikan dukungan dan berbagi pengalaman tentang bagaimana menjalankan fungsi keluarga dalam membantu proses pemulihan korban penyalahgunaan NAPZA.

 

(selengkapnya... | 4855 byte lagi | Nilai: 5)

PENYUSUNAN SILABUS PEDOMAN PROGRAM PELAYANAN REHABILITASI PSPP GALIH PAKUAN TAHU
NAPZAyulia menulis:  

Di awal tahun 2017, PSPP Galih Pakuan mengadakan kegiatan penyusunan silabus tentang pedoman program pelayanan rehabilitasi. Penyusunan pedoman ini dilakukan dengan tujuan untuk meng up date buku pedoman sebelumnya yang telah dibuat pada tahun 2016. Menyadari pentingnya perkembangan pola pelayanan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan karakteristik sasaran pelayanan, maka pedoman program pelayanan pun harus terus diperbaharui. Berdasarkan pertimbangan tersebut maka PSPP Galih Pakuan mengadakan kegiatan Penyusunan Silabus Pedoman Program Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang dilakukan di PSPP Galih Pakuan Bogor.

(selengkapnya... | 3200 byte lagi | Nilai: 0)

THERAPEUTIC COMMUNITY SEBAGAI METODE KOMPREHENSIF
NAPZATamu menulis:  

Penulis : Yulia Herlina

THERAPEUTIC COMMUNITY SEBAGAI METODE KOMPREHENSIF DALAM REHABILITASI PENYALAHGUNAAN NAPZA


Kasus penyalahgunaan NAPZA di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Hasil penelitian BNN dengan Pusat Penelitian dan Kesehatan (Puslitkes) UI menunjukan bahwa data pengguna narkoba di Indonesia pada tahun 2015 diperkirakan sebanyak 4.098.029 jiwa. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 mengatakan bahwa pengguna narkoba adalah sebagai korban yang memerlukan pertolongan untuk dapat melepaskan diri dari jerat narkoba. Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 07 Tahun 2009 Tentang Menempatkan Pemakai Narkoba ke Dalam Panti Terapi dan Rehabilitasi, mengatakan bahwa memasukan pengguna narkoba ke penjara bukanlah solusi yang tepat, karena sesungguhnya mereka justru dikatakan sebagai korban yang memerlukan pertolongan berupa rehabilitasi, memberikan perawatan atau pengobatan secara medis maupun sosial untuk membersihkan dan memulihkan mereka. Hukuman pidana penjara justru dilihat tidak efektif karena beberapa kasus menunjukan bahwa di dalam penjara pun mereka masih menemukan narkoba, terjadi peredaran narkoba, dan hidup bersatu dalam penjara dengan orang-orang yang belum tentu memiliki keyakinan bahwa perilakunya itu salah. Yang terjadi disini adalah penjara hanya sebagai bentuk hukuman “tindakan”, bukan merubah pola pikir mereka bahwa tindakan mereka itu salah dan merugikan diri sendiri dan orang lain. Berikut adalah data lebih rinci mengenai jumlah penyalahguna NAPZA menurut data dari BNN hasil survey kerjasama dengan Puslikes UI.

Angka 4.098.029 orang merupakan perhitungan dari total populasi penduduk Indonesia (berusia 10 - 59 tahun). Dibandingkan dengan hasil penelitian tahun 2014, angka ini mengalami peningkatan 0,02% dari 2,18% (2014) ke 2,20%  (2015). Kondisi ini semakin memperlihatkan pentingnya penanganan bagi korban penyalahguna NAPZA.

 

(selengkapnya... | 28459 byte lagi | Nilai: 5)

KEGIATAN KERJASAMA PROGRAM BERSAMA DENGAN BAPAS BOGOR DAN YAKITA
NAPZATamu menulis:  

Penulis : Asti Mustikaati, S.ST

 

 

 

 

 

 

 

 

Bogor, 22 Agustus 2016, Kepala Panti Sosial Pamardi Putra “Galih Pakuan” Bogor Beni Sujanto AKS, M.Si bersama dengan Kepala Bapas Bogor membuka Kegiatan Bimbingan Kelompok Klien Bapas Bogor sekaligus Launching Kerjasama Program dalam Penjangkauan (Outreach) Warga Binaan Bapas yang merupakan korban penyalahgunaan Napza bersama dengan IPWL Yakita melalui metode hipnoterapi, yang diselenggarakan di Ruang Aula Bapas Bogor. Kegiatan penjangkauan yang dilaksanakan oleh Panti Sosial Pamardi Putra “Galih Pakuan” Bogor ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam proses pelayanan rehabilitasi sosial bagi korban penyalahgunaan Napza yang berada di luar panti. Mengingat bahwa tidak semua korban penyalahguna Napza di Indonesia bisa mendapatkan akses pelayanan rehabilitasi sosial untuk memulihkan ketergantungannya terhadap Napza.

(selengkapnya... | 3590 byte lagi | Nilai: 0)

KEGIATAN PEMULANGAN
NAPZATamu menulis:  

Selasa 14 Juni 2016 PSPP Galih Pakuan Bogor melalui seksi Rehabilitasi Sosial mengadakan kegiatan pemulangan klien yang telah selesai mengikuti fase Re-Entry, bimbingan keterampilan, dan telah menjalankan program PBK (Praktek Belajar Kerja) selama kurang lebih 2 Bulan. Klien yang dipulangkan sebanyak 16 orang dan telah mengikuti bimbingan keterampilan komputer, otomotif motor, dan otomotif mobil.
 

(selengkapnya... | 925 byte lagi | Nilai: 0)


TELEPON SAHABAT ADIKSI

1 5 0 0 1 7 1


MELAYANI :

PENGADUAN, INFORMASI, DAN KONSULTASI

Telepon Sahabat Adiksi

Tahapan di Galih Pakuan
Tahap Intake Process

Primary Stage

Re-Entry Stage

After Care Stage

Artikel Sebelumnya
Selasa, Mei 03
· PISAH SAMBUT PEJABAT ESELON IV
Senin, April 04
· PEMBEKALAN PBK
Kamis, Pebruari 11
· PENERIMAAN PEKERJA SOSIAL ADIKSI
Kamis, Oktober 17
· IDUL ADHA 1434 H
Rabu, Oktober 09
· KEGIATAN DHARMA WANITA
Jumat, September 27
· KUNJUNGAN INTERNATIONAL NARCOTIES CONTROL BOARD (INCB)
Minggu, Agustus 18
· UPACARA HUT RI KE 68
· PERLOMBAAN 17AN
Rabu, Juli 31
· BUKA BERSAMA
Kamis, Juli 18
· UPACARA HARI KESADARAN NASIONAL

Artikel Lama

Webmail
Webmail Login

Twitter

Youtube

RSS Feed



·Error 404 - www.deps..



·Error 404 - rehsos.d..

View All Feeds





Panti Sosial Pamardi Putra Galih Pakuan Bogor
KEMENTERIAN SOSIAL RI
Generasi halaman: 8.46 detik
Design by PHPNuke Themes